Rame-rame isu miring tentang MOU — antara Depkominfo semakin enak buat diomongin. Figur fav saya, kang Faisal Basri juga ikut jadi korban. Gimana kang rasanya dituduh ngenye presiden? Heheehe. Tapi bener emang Mas SBY disuap Mr. Gates atau Suara Merdeka yang melintir? Jadi penasaran. Tapi setidaknya ada sedikit titik terang, gimana hasil sowan Mas SBY ke Redmon, kantor Mr. Gates. Ye, jangan suudzon dong!
Tapi lumayan lah, Komisi I DPR ikutan bela. Seengganya kata pak Dedi J. Malik (eiit, bapak ini mantan dosen saya). Tapi efektif ga ya? Takutnya malah konsentrasi hapusin 3gp di hp mereka ya… Tapi, gini2, saya diundang lho liatin pak Sofyan D. Djalil deketan Tony Chen (Microsoft Indonesia) mengadakan “kebulatan tekad” untuk dukung jualan Windows ama Office (istilahnya: legalisasi di kantor depkominfo).
Selesai acara, maklum pas lagi jadi jurnalis, saya samperin pak menteri ini. Tapi, dasar, kalah cepat, pak menteri udah dikerubutin. Ya sudah, ngandelin badan besar saya, saya geser-geser tuh body wartawan. Hasilnya, hanya setengah meter dari pak menteri. Dalam jarak audible (gile) saya nanya: “Bagaimana nasib IGOS?”
Mau tau jawabannya? Ini: “Sepanjang legal akan kami terus perhatikan.” Jauh panggang dari api deh jawabannya. Kantor dia yang gagas kok masih ngga tau legal apa ngganya? Ntah saya yang bodoh, atau dia yang kurang denger (kalo disebut bodoh, nanti nasib saya kayak kang faisal. Hehehe. Walaupun dalam level agak rendah dikit lah). Padahal konteksnya kan soal piranti lunak gratis, open source atau yang murah. Plus, berapa besar dana yang sia-sia untuk proyek IGOS? Trus, harus ngeluarin duit berapa gede untuk beli lisensi Microsoft sekantor depkominfo aja?
Misteri Kertas Hilang
Kantor saya sulit sekali dapetin versi lengkap dari dokumen MOU yang beberapa waktu kemudian ditandatangani kedua pihak. Ternyata, media lain pun mengalami hal yang sama. Yang jelas, sepertinya dokumen yang hilang berisi informasi biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. kertas yang sensitif. Padahal ngga seorangpun berhak menutupi dokumen publik tersebut menurut undang-undang di republik tercinta ini. Ada apa ya?