Archive for November, 2005

Keriuhan Seputar Anshar.Net

Saturday, November 19th, 2005

"Informasi yang dilontarkan oleh Roy Suryo yang diamini tim Air Putih perlu diverifikasi ulang. Namun juga benar pernyataan mereka agar Polri sigap untuk menindaklanjuti informasi ini. Ada baiknya juga mereka menyertakan data lebih lengkap."

Kehebohan mengenai situs anshar.net yang dihubungkan dengan aktifitas terorisme di Indonesia masih terjadi. Roy ‘the media man’ Suryo tentu saja tampil. Dia menggelar press conference soal ini walaupun dengan secuil informasi dari situs database registran domain, WHOIS.

Baik untuk melengkapi atau membandingkan informasi Roy Suryo ini saya menggunakan 3 (tiga) buah tools untuk melacak informasi sebuah domain, yaitu: WHOIS (http://www.whois.net), SmartWhois, dan VisualTraceRoute.

Baik, saya lampirkan hasil whois lookup terhadap anshar.net, selanjutnya disebut Anshar, saya di WHOIS (http://www.whois.net/whois.cgi2?d=anshar.net). Hasilnya bisa dilihat dibawah ini:

WHOIS information for anshar.net:

[whois.joker.com]
domain:       anshar.net
owner:        Max Fiderman
organization: Hidden (for security reason)
email:       
ahmad@maxfider.com
address:      Hidden (for security reason)
city:         Hidden (for security reason)
state:        Hidden (for security reason)
postal-code:  5000
country:      US
phone:        +1 408 1000000
admin-c:      
ahmad@maxfider.com#0
tech-c:       ahmad@maxfider.com#0
billing-c:    ahmad@maxfider.com#0
nserver:      ns.israel-webhosting.com
nserver:      ns2.israel-webhosting.com
status:       lock
created:      2005-08-31 16:03:51 UTC
modified:     2005-11-18 14:40:02 UTC
expires:      2010-08-31 12:03:50 UTC
source:       joker.com live whois service
query-time:   0.015782
db-updated:   2005-11-19 16:46:17

Sementara itu hasil agak berbeda juga didapat dari hasil trace saya menggunakan perangkat lunak bernama VisualTraceRoute. Simak dibawah ini:

Image002_2

Dan dibawah ini hasil tracing software bernama SmartWhois yang hasilnya mendekati apa yang diiformasikan Roy Suryo:

Image002_3

Sedikit Ulasan

Pertama, WHOIS mengambil data dari sebuah situs transaksi domain joker.com, tercatat sebagai sebuah perusahaan Jerman,  yang berarti informasi "resmi" ada di situs tersebut. Pemilik situs tercatat bernama Max Fiderman yang juga bertindak sebagai adminitrator situs Anshar tersebut. Untuk mengetahui siapa pemilik joker.com silahkan klik ini.

Kedua, dari situs Whois server yang digunakan sebagai host adalah: ns.israel-webhosting.com dan ns2.israel-webhosting.com. Israel, hmmm…biasanya memang registrator yang berurusan dengan server-server ini, buyer seringkali tidak tidak tahu. Silahkan baca informasi soal server ini. Sementara dari SmartWhois dikatakan situs tersebut disimpan di OpenHost.com

Ketiga, menurut Roy Suryo dan tim Air Putih host server berlokasi di Inggris. Mungkin juga. Lihat hasil SmartWhois dan VisualTraceRoute. Termasuk nama admin-nya. 

Keempat Informasi WHOIS juga mencantumkan email sang admin, ahmad@maxfider.com. Orang yang medaftarkan situs ini juga merahasiakan informasi pendaftaran penting seperti nama dan alamatnya kecuali no telepon dengan kode negara Amerika Serikat yang sepertinya fiktif. Sementara dari SmartWhois nama admin adalah Jonathan Buckle, persis kata Roy Suryo bersama tim Air Putih. Penting diketahui nama admin bisa saja tidak merujuk sebagai orang yang mengurusi situs atau staf pemilik situs.

Kesimpulan

Informasi yang dilontarkan oleh Roy Suryo yang diamini tim Air Putih perlu diverifikasi ulang. Namun juga benar pernyataan mereka agar Polri sigap untuk menindaklanjuti informasi ini. Ada baiknya juga mereka menyertaka data leih lengkap.

Dunia maya adalah sumber informasi yang seringkali datang dari yang manipulatif karena banyak dibuat oleh sumber anonim.

Bukan Kekerasan untuk “Islam Madi”

Monday, November 7th, 2005

"Jika salah satu pihak menggunakan kekerasan maka pihak tersebut sudah kalah secara
total-substansial walaupun faktual mayat-mayat "musuh"
bergelimpangan."

301005bsigiSEKALI lagi MUI membuat sebuah statement kontra-produktif dan malah menghancurkan metode-metode beradab. Pernyataan mereka mengenai ajaran Islam, yang diyakini komunitas Madi di  Dusun Salena, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah, dengan menyebutnya sesat secara tidak langsung membakar massa untuk menghantam mereka dengan kekerasan. Tak kurang aparat keamanan juga ikut terlibat.

MUI telah mengubah wajah Muslim Indonesia bertampang bengis dan dzalim! Sulit dimengerti bagaimana sebuah lembaga yang tak punya otoritas faktual terus menerus menggerus wacana toleransi ysng seharusnya dipelihara dengan baik di negara ini.

Islam yang saya pahami adalah sebuah kumpulan ide mengenai kearifan hidup, toleransi serta perdamaian. Islam selalu menekankan jalan kekerasan sebagai alat terakhir ketika dirasakan harus membela diri jika hak-hak dasarnya terampas. Bila melihat pandangan tersebut maka jalan paling cocok adalah dialog dengan kelompok Madi ini, bukan menyerang. Lagi pula persoalan keyakinan, pemikiran bukan sebuah perkara mudah bahkan tidak efektif dilayani dengan kekerasan. Pikiran harus dihadapi dengan pikiran pula. Jika salah satu pihak menggunakan kekerasan maka dia sudah kalah secara total-substansial walaupun faktual mayat-mayat "musuh" bergelimpangan.

Di Nusa Tenggara Barat terdapat sebuah "gaya" Islam yang juga unik, Wetu Telu. Mereka sholat tiga kali sehari di masjid yang masih berbau Hindu. Saya sangat khawatir mereka akan dihantam MUI juga. Salah tradisi yang menyentuh dari mereka adalah tradisi "lempar ketupat" saat Idul Fitri. Uniknya, saling lempar ini melibatkan masyarakat beragama Hindu. Acara ini diselenggarakan dengan semangat persaudaraan yang erat. Sebagaimana diketahui Islam Wetu Telu adalah sebuah konversi yang belum sempurna, setidaknya menurut versi umum, dari Hindu ke Islam. Sama halnya dengan komunitas Madi dari ajaran adat ke Islam.

Sebuah informasi penting dari tokoh LSM di sana yang mengatakan motif penyerangan adalah penguasaan sumber-sumber alam bisa dibilang cukup rasional. Nah.