Archive for August, 2005

Bubarkan Saja MUI!

Tuesday, August 2nd, 2005

"Menistakan Ahmadiyah. Aliran yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai
Imam Mahdi ini dituduh sesat dan menyesatkan oleh karena itu patut dilarang. Tidak ada kata "perbedaan" dalam pikiran orang tua ini
padahal perbedaan penting sebagai syarat keberadaban manusia. Pikiran
para kaum sok alim ini sama dengan Hitler ketika memperlakukan warga
Yahudi. Kenapa dibuat Ghetto saja buat kaum yang
"berbeda" itu dan fatwakan untuk sekalian saja disemprot gas beracun
sampai mati?"

MuiKEBODOHAN Majelis Ulama Indonesia (MUI) muncul lagi. Bayangkan 11 fatwa ANTI-SOSIAL dikeluarkan tanpa pikir panjang. Kesebelas fatwa ini pun sangat reaksioner alias hanya untuk kepentingan nafsu belaka! Fatwa ini juga didukung oleh ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) yang dalam sejarahnya terlahir sebagai kendaraan politik Habibie.

1. MUI mengharamkan pluralisme (menganggap semua agama sama). Ini reaksi atas mencuatnya "perbedaan tafsir Islam" yang dipicu oleh aliran yang menggunakan Bahasa Indonesia dalam shalat dan Ahmadiyah. Sekali lagi MUI ingin berdiri sebagai otoritas kebenaran Islam yang keliru secara historis dan epistemologis Islam. Islam terbuka akan tafsir dan mengikuti perkembangan jaman. Kaum konservatif paranoid akan tidak termobilisasinya umat Islam  yang dipicu oleh "hantu" kristenisasi, Amerika, dan perang terorisme global.

2. Menistakan Ahmadiyah. Aliran yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi ini dituduh sesat dan menyesatkan oleh karena patut dilarang. Tidak ada kata "perbedaan" dalam pikiran orang tua ini padahal perbedaan penting sebagai syarat keberadaban manusia. Pikiran para kaum sok alim ini sama dengan Hitler ketika memperlakukan warga Yahudi. Kenapa tidak sekalian dibuat Ghetto saja buat kaum yang "berbeda" itu dan fatwakan untuk sekalian saja disemprot gas beracun sampai mati?

Pernyataan Ulil Absar-Abdallah dari Jaringan Islam Liberal dalam wawancaranya dengan Radio Nederland: "Kalau MUI mengatakan Ahmadiyah sesat, lalu menerbitkan fatwa, dan kemudian meminta pemerintah membuat satu edaran entah melalui Kejaksaan atau Departemen Agama, yang menyatakan kelompok ini sesat. Saya menolak argumen ini. Menurut orang Islam: orang Kristen, orang Hindu, orang Budha, orang Sinkh, orang agama-agama lokal, itu semua sesat. Karena mereka tidak mengikuti akidah tauhid. Apakah MUI harus mengeluarkan fatwa Krsiten sesat? Hindu sesat? Budha sesat? agama Sikh sesat? agama yang dipeluk orang Dayak dan Irian sesat? Dalam standar Islam mereka semua itu sesat kok!"

3. Melarang menikah dengan penganut agama lain. Begitu pentingkah mengatur hak orang tentang cinta?

4. Menghina perempuan dengan melarangnya menjadi imam shalat. Lawanlah hai kaum perempuan! Mereka menganggap Islam untuk laki-laki saja.

5. Mengharamkan pelanggaran hak cipta dan kekayaan intelektual. Kebodohan tafsir atas konsep hak privat! Islam menentang kapitalisme tapi orang-orang ini mengadopsi HaKi. Hipokrit. Mau apa mereka ketika Ka’bah diproteksi hak cipta?

6. Mengharamkan sekularisme. Kebodohan lain! Sekularisme berasal dari kata "scholarism" yang berarti membumi. Mereka ingin Islam duduk di atas awan tanpa memikirkan manusia. Ini reaksi cepat atas derasnya kampanye Jaringan Islam Liberal (JIL) pimpinan Ulil Abshar-Abdallah dan berpengaruhnya Gus Dur, Cak Nur, Johan Effendy, dll.

7. Melarang liberalisme. Tak jelas liberalisme dalam hal apa. Ekonomi, politik atau apa?

8. Melarang doa bersama dengan umat agama lain. Mereka ingin kita selalu tonjok-tonjokan!

9. Mengharamkan warisan beda agama kecuali wasiat dan hibah. Luar biasa! Mereka menolak ketulusan orang, hal yang dijunjung tinggi dalam Islam

10. MUI berhak menentukan kebaikan bagi semua orang. Siapakah anda? Kahyangan yang diisi para Dewa?

11. Berhak mencabut kepemilikan pribadi untuk kepentingan umum. Jelas ini politis. Pemerintah telah mengeluarkan Inpres Agraria yang sejalan dengan fatwa ini. Sitalah tanah rakyat!

Persis seperti kata Ulil: "Ini adalah versi kesiangan Islam. Kristen telah melaluinya saat Paus Leo di abad 15 - 16 melakukan hal serupa."