Archive for June, 2005

Keyword: Kecepatan!

Tuesday, June 28th, 2005

"Aku habiskan minuman itu dengan cepat untuk kembali ke pekerjaanku yang butuh diselesaikan dengan cepat. Kusodorkan uang yang kulebihi, lalu terdengarlah ucapan: "Alhamdullilah." Kearifan datang dari sesuatu yang tidak tergesa-gesa."

Bill_gatesKETIKA CEO Microsoft, Bill Gates, ditanya oleh sebuah media Amerika tentang apa yang paling berpengaruh pada dunia sekarang dan nanti, dia menjawab: SPEED!!

Kecepatan memang menjadi tema pergerakan peradaban saat ini dan nanti. Setiap perusahaan bergegas mencaplok perusahaan lain, setiap negara secepat mungkin menyerang negara lain, setiap orang secepat kilat meraup uang dengan cara apapun. Teknologi susul menyusul menyenangkan orang, tentu saja untuk meraup uang dengan cara cepat. Broadband, processor, mobil, robot dll.

Sekarang sudah larut malam di kantor. Tiba-tiba ada dentingan mangkok diluar sana, tukang sekoteng. Aku bergegas memburu minuman favoritku dan memanggil. Seorang tua dengan gerobak kecil berjalan perlahan sekali. Yakinlah, dia sebenarnya ingin secepat mungkin menghampiriku tapi dia tidak punya tenaga untuk itu, maklum renta. Dengan perlahan dia menyajikan sekoteng itu. Aku habiskan minuman itu dengan cepat untuk kembali ke pekerjaanku yang butuh diselesaikan dengan cepat. Kusodorkan uang yang kulebihi lalu terdengarlah ucapan: "Alhamdullilah. Kearifan datang dari sesuatu yang tidak tergesa-gesa.

Bahasa dan Kekuasaan

Wednesday, June 22nd, 2005

"Intinya, tanda yang melintas di hadapan anda dan di pikiran anda adalah
hasil sebuah jaringan pemaknaan yang luas. Jaringan penanda itu sangat bisa
direkayasa untuk menindas pikiran anda. Jadi sekarang mulai
berhati-hati, dimulai dari sebaris kalimat di depan anda."

PeirceFILSAFAT awal berputar di theocentrism dan antropocentrism, berkutat di eksistensi sublim "penguasa tertinggi dan moralitas" dan manusia. Sekarang, arah filsafat menderu ke bidang bahasa. Kajian ini sebenarnya pernah lahir dari kaum sophistic, Yunani, yang mengedepankan retorika, politik bahasa kemudian dipercanggih Aristoteles dengan bukunya "Rhetoric".

Seperti sebuah lompatan jaman, saat ini kajian linguistik melaju ke arah filsafat bahasa. Salah satu tumbuhan subur dari pupuk studi linguistik adalah Semiotika (Semiotics, beberapa kalangan senang menyebutnya dengan semiology). Semiotik bahkan mengkudeta linguistik sebagai patron.

Semiotika (demikian dalam Bahasa Indonesia), bidang saya ingin dalami ini, bertutur tentang kompleksnya sebuah tanda. Sebuah tanda memiliki arti jika dijelaskan dalam jaringan tanda-tanda secara utuh. Pusing? Sama. Seorang sahabat, lulusan filsafat UGM dengan expertise dalam pemikiran Noam Chomsky, penulis beberapa buku mengenai analisis semiotika, menerangkan dengan baik bahwa dengan semiotika kita akan tahu bagaimana bahasa sangat berperan sebagai alat penindas.

Untuk memahami sebuah teks (tanda) dalam konteks "politik" kita perlu sebuah "corpus", sebuah teks yang "stabil" dan kentara sebagai sebuah pesan terus dipancarkan.  Teks ini bisa datang dari negara maupun biro iklan.

Sebuah tanda(sign)  menurut Ferdinand D’Saussure membutuhkan: penanda (signifier), dan dan konsepsi (signified). Coba lihat bedanya di bawah ini:

   

   

 

 

   

   

   

 

 

   

   

   

  Subtansi Bentuk
Signifiers:
ranah ekspresi
Subtansi Ekpresi:
material fisik medium (mis. foto, CD audio, DVD film, kalimat yang tercetak di koran)
Bentuk Ekspresi:
bahasa, struktur sintaksis, teknik dan gaya
Signifieds:
ranah isi
Subtansi Isi:
‘isi manusia’ (Metz), dunia tekstual, subyek, genre
Bentuk Isi:
’struktur semantik ‘ (Baggaley & Duck), ’struktur tematik’ (termasuk  naratif) (Metz)

Rumit juga, ya…

Intinya, tanda yang melintas di hadapan anda dan di pikiran anda adalah
hasil sebuah jaringan pemaknaan yang luas. Jaringan penanda itu sangat bisa
direkayasa untuk menindas pikiran anda. Jadi sekarang mulai
berhati-hati, dimulai dari sebaris kalimat di depan anda.

Sebuah penjelasan yang sangat representatif bisa diklik di sini.

Tiga Orang Malang, Salah Satunya Mayat…

Friday, June 10th, 2005

Seruas jalan di jakarta…
seorang pemulung menarik gerobaknya
kali ini tidak berisi barang butut buangan..
tapi..seorang bayi yang merintih sakit..anaknya
di sisinya ada bocah 6 tahun berlari kecil..ikut cemas..
Bocah ini ingin saja menangis melihat adiknya begitu merah
karena panas dari tubuhnya dan matahari yang membakar..

Pemulung itu mengarahkan langkahnya ke sebuah rumah sakit
dengan gedung besar dan nama besar, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo..
Berharap ada keajaiban dan satu keajaiban lagi jika ada tagihan untuknya…

Namun,
belum juga sampai, sang bayi mungil ini sudah menyelesaikan tangisannya..dan tak akan ada lagi..
Sang pemulung, sang ayah, termenung ..ah..lanjutkan saja

RSCM membiarkan dia balik arah begitu saja tanpa mobil jenazah

Dia menuju sebuah stasiun kereta api sambil memangku si bayi mungil ini..
Ingin sekali membawa jenazah anaknya ke Bogor untuk sebuah kubur yang layak…

Si kakak masih belum mengerti kenapa ayahnya begitu murung..

Di KRL yang padat, 3 manusia bernasib buruk ini, salah satunya mayat, berdesakan…
Seseorang bertanya kenapa ia menggendong bayi …
Ia menjawab: "Ia anak saya, dan ia mati …"
Para penumpang menghargai jawabannya dengan tendangan dan mengusir dari kereta api…
"Pembunuh!!", seru mereka. Tuduhan yang berawal dari baju rombeng…

Polisi menggelandang 3 orang malang ini, salah satunya adalah mayat..
Satu dua dorongan, paksaan dan pukulan …
Namun, polisi tidak sanggup menindas kebenaran…

Di jalan, belasan kilometer menuju Bogor, 3 manusia bernasib buruk ini, salah satunya mayat, mengulang perjalanan…
Kali ini hanya berjalan kaki untuk sebuah kubur yang layak untuk sang bayi…

Di layar tv Sartono Mukadis menangis..
hiba akan kemalangan mereka…
Hiba pada masyarakat yang sakit …

Di kedai gule blok M, selatan Jakarta
Tempat aku mendengar kisah…
Nafsu makan seakan haram …
Makan terasa akan menjadi sebuah dosa besar..
Sekali lagi dalam kemuramanku…ada air mata mengembang…

Konspirasi …

Monday, June 6th, 2005

"Apakah benar perang abadi Palestina-Israel,
terorisme global, suksesi politis, globalisasi, demokrasi, media, kehancuran
Irak, Nazi, Gestapu (Gestok, kata Soekarno) adalah sebuah narasi besar konspirasi?
Atau pikiran dan tulisan saya berkonspirasi agar anda percaya
ide konspirasi?"

PIKIRAN saya, akhir-akhir ini, sering diselimuti
ide tentang konspirasi maupun “fakta” konspiratif itu sendiri. Tak
kurang, Da Vinci Code, 9/11 Fahrenheit dan sejesnya ikut mengkontribusi "kekacauan"
ini..

Ide konspirasi banyak muncul di kepala kita. Trigger-nya bermacam-macam mulai
“kebencian” agama, negara maupun tentang tetangga kita sendiri.
Para penganut (sadar-tidak sadar) percaya bahwa kebanyakan hal yang terjadi
adalah by design. Dari sini bisa muncul “konspirasi
Yahudi”, “Kristenisasi”, “Islamisasi”, “George
Soros”, “Golkar-Militer”, “Tommy Winata – Jendral”,
dan macam-macamnya. Tapi, ide konspirasi mungkin lebih mudah didapat dari teks
politik.

“Konspirasi,” dalam bahasa Inggris, “Conspiracy”:
1. A secret agreement between two or more people to perform an unlawful
act
2. A plot to carry out some harmful or illegal act (especially a political plot)
3. A group of conspirators banded together to achieve some harmful or illegal
purpose

Lebih banyak soal Conspiracy Theory, baca Http://en.wikipedia.org/wiki/Conspiracy_theory

Apakah benar perang abadi Palestina-Israel, terorisme global, suksesi politis,
globalisasi, demokrasi, media, kehancuran Irak, Nazi, Gestapu (Gestok, kata
Soekarno) adalah sebuah narasi besar konspirasi? Atau pikiran dan tulisan saya berkonspirasi agar anda percaya ide konspirasi?

Entahlah.