OSIS: Ada Hantu di Sekolah
Friday, April 29th, 2005"Sewaktu SMU, opini saya tentang OSIS adalah sekumpulan cewek-cowok
cakep yang sok tertib dan disiplin. Selain itu: BIRO JODOH!!
Hahahahahaha.."
SAYA tergerak untuk menulis sesuatu ketika membaca sebuah posting di bulletin board anak SMK Jayawisata. Entah dipicu oleh nostalgia atau apa. Posting itu menginformasikan tentang seorang siswa yang tertangkap sedang merokok di sekolah. Sang penulis kemudian meragukan proses hukum terhadap temannya itu oleh pihak sekolah karena dia anggota Organisasi Intra Sekolah (OSIS). Isi posting itu selengkapnya:
Judul: OSIS KOK KEGEP NGEROKOK? DISEKOLAH LAGI
Anak osis kok kegep/ketahuan ngerokok? di sekolah lagi!!!!!. iiiiiiih malu-maluiiiiiiiiiin atau kata pak selamet me-ma-lu-kan……….. gimana nggak malu-maluin masa anak osis yang katanya profesional,yang bisa menjalankan organisasi dengan baik,anak yang terpilih,anak yang bisa diberi tanggung jawab and anak yang dibangga-banggakan pak maftuki sebagai anak yang bertanggung jawab dalam osis kok bisa ya terkena kasus seperti itu (why? gitu lo). kenapa nggak dari dulu aja ketahuannya "padahal kan yang gw liat tuh setiap hari dia ngerokok melulu di wc sekolah!!!", pasti deh kalo waktu istirahat.
Gimane nih menurut pendapat kawan-kawan and guru guru ku "apakah itu pantas " masa sebagai senior osis seperti itu nggak takut kalo anak-anak osis yang kelas 1 ngikutin apa? seharusnya kan senior osis itu harus memberikan contoh yang baik bukannya contoh yang buruk "malu donk mas" ih apalagi dia itu anak kelas 2ap2 yang katanya kelas unggulan apa gak malu-maluin menir jeri sama orang tuanya apa?
Gimana nih bapak kita ini (pak maftuki) dalam membina anak-anak osis and temen kita bambang dalam memimpin anak buahnya maybe taon depan kalau mau milih anggota osis itu jangan asal-asalan jangan cuma asal mau aja but kalau dia nggak punya pengalamankan sama juga boong.
Sebenernya cara pak selamet tadi itu kurang efektif anak-anak yang ketahuan ngerokok digiring kekelas-kelas and mengucapkan janji "saya tidak akan merokok lagi" tapi kenyataannya anak itu udah berkali-kali kegep ngerokok di wc. seharusnya tuh mereka diskorsing begitu biar kapok bener nggak kawan-kawanku sekalian, katanya jawis 2 itu no smoking area tapi kok kenyataannya masih ada aja muridnya yang melanggar apalagi salah satunya anak osis parah nggak?
Pak abu juga seharusnya lebih tegas dalam menyikapi hal itu jangan cuma bicara and bicara (maaf nih pak abu jika saya lancang) jangan gara-gara anak itu osis yang sering membantu kegiatan sekolah terus tidak dihukum/tidak ditindak dengan tegas entar ngelunjak jadinya (emang anak kecil). seharusnya diusulkan supaya wc itu diberi alarm asep jadi kalo ada yang ngerokok bisa ketauan begono. gimana kita bisa seperti sekolah laen contohnya smu 31mereka aja kalo 1 kali aja ketahuan ngerokok masih diwilayah sekolah langsung di do/dikelurkan.
Tolong diberikan tanggapan dari kawan2 and guruku sekalian ok……….
from
my5t3r1u5 m4n
Menyimak isi tulisan tersebut, saya berkeyakinan OSIS di SMK tersebut masih menjadi sebuah "moral-authority yang berisi teman-teman elite" bagi para siswanya.
Melalui OSIS para guru (terutama konseling, dulu namanya guru BK) mudah melokalisir siswa-siwa indisipliner. Melalui OSIS juga siswa mudah dimonitor.
OSIS sebenarnya adalah instrumen perpanjangan kontrol Orde Baru terhadap masyarakat. OSIS oleh ORBA dinyatakan sebagai satu-satunya organisasi intra-sekolah yang diakui. Hal itu dinyatakan dalam UU Keormasan.
Sewaktu SMU, opini saya tentang OSIS adalah sekumpulan cewek-cowok cakep yang sok tertib dan disiplin. Selain itu: BIRO JODOH!! Hahahahahaha..
Pengurus OSIS sangat mudah dicemburui oleh siswa lainnya karena aksesnya yang mudah terhadap para guru. Maklum, nasib mereka 100% ada di tangan guru.

ADA TIGA HAL yang mengusik perhatian saya. Pertama, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) IV. Kedua, kasus kelompok musik Dewa. Terakhir, ancaman pembunuhan kepada kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL) di milis saya. Semua peristiwa tersebut merupakan refleksi dari kehidupan beragama bangsa ini.
Salah seorang aktifis pro-demokrasi yang gigih ditangkap karena menyuap petugas BPK. Tragis kalau informasi itu benar. Namun begitu, saya pribadi pernah mendengar rumor-rumor, jauh sebelum peristiwa ini, tentang aktifis elit yang bermain api dengan duit. Ada rumor, belum tentu benar, bahwa dana-dana asing yang dikucurkan untuk kegiatan pro-demokrasi hanya dikuasai oleh sekelompok tertentu. Mudah-mudahan salah atau mungkin saja para donatur lebih percaya mereka. Namun, gosip-gosip itu terasa sinis kalau tidak mau dibilang menghujat.
Seorang guru agama islam sekolah dasar di Batam telah menghukum seorang muridnya dengan cara sadis. Sang guru memerintahkan semua teman sekelasnya yang berjumlah 30 orang untuk memukuli seorang murid itu hanya karena lupa membawa buku pelajarannya. Gila sekaligus menyayat hati!! Betapa menyedihkan seorang anak yang kemampuan fisiknya sangat lemah dipukuli puluhan tangan. Walhasil, sang anak terpaksa dibawa ke rumah sakit dengan memar di sekujur tubuh dan wajah.
